LOADING

Type to search

The 8th Music Gallery: Suatu Tolak Ukur Baru Dalam Event Kampus

EVENT

The 8th Music Gallery: Suatu Tolak Ukur Baru Dalam Event Kampus

Defta Ananta 14/03/2018
Share

The 8th Music Gallery tahun ini sudah memasuki tahun yang ke-8 dalam penyelenggaraannya. Acara yang digelar pada hari Sabtu (10/3/2018) diwadahi oleh organisasi mahasiswa FEB UI yang bergerak di bidang musik. The 8th Music Gallery memiliki line-up artists yang bisa dibilang cukup spektakuler. Hal tersebut bisa terlihat dari adanya nama-nama besar dari kancah musik indie lokal seperti Sore, Mondo Gascaro, White Shoes & The Couples Company, The S.I.G.I.T, Heals, Feast, dan lainnya. Acara yang telah memasuki tahun ke-3nya dengan berskala internasional ini juga turut memasukan Novo Amor dan juga Beach Fossils ke dalam line-upnya. Di tahun ini mereka mengangkat tema “Garden of Sounds” yang mengintepretasikan gelaran The 8th Music Gallery sebagai suatu taman yang dihiasi oleh berbagai macam jenis musik. Pemilihan line-up artist yang mewakili genre-genre yang beragam membuat penggambaran dari garden of sounds menjadi lebih terlihat. Tahun ini Music Gallery menawarkan suatu fresh music festival experience yang dipadukan dengan gelaran art exhibition.

Walaupun kami sedikit terlambat akibat terjebak macet, acara yang telah dimulai sejak pukul 2 siang itu bisa dibilang sudah ramai pengunjung sejak awal. Setelah kami melakukan registrasi kami langsung menuju main stage yang berada di Ballroom untuk menyaksikan unit emo-revivalist asal Jakarta, Eleventwelfth. Kemudian dilanjut dengan penampilan dari unit heavy rock ibukota, Feast yang cukup membuat saya pribadi terkesima dengan materi-materi lagu yang mereka bawakan. Setelah puas menyaksikan penampilan di Main Stage, kami beralih ke Intimate stage yang dimana Heals unit shoegaze kebanggaan Bandung sudah siap untuk membius penonton lewat lapisan distorsi gahar nan lembut dan dentuman drum yang meledak-ledak. Akhirnya Heals pun membuka penampilan dengan membawakan lagu Lunar dan sontak penonton pun terbawa hanyut. Setelah menutup penampilannya dengan single False Alarms, saya berkesempatan untuk menginterview personil-personil Heals secara singkat.

Heals menutup penampilannya dengan single False Alarms.

Mini Interview Session with HEALS

I: Incotive

H: Heals

I: Halo apa kabar teman-teman dari Heals?

H: Halo! Ya alhamdulillah baik, tapi lagi cape euy abis manggung

I: Menurut Heals sendiri, apa sih tanggapannya mengenai The 8th Music Gallery?

H: Ya yang jelas bagus lah, anak-anak kampus jaman sekarang udah mulai berani untuk ngebuat acara yang ngundang artis luar negeri dan terlihat lebih profesional aja sih. Tapi, kalau boleh saran biar lebih berani lagi tahun depan coba undang Steve Austin (pemain smack down) hahaha.

I:  Sedikit kilas balik nih ke bulan Januari kemarin, Heals ‘kan diundang untuk manggung di Laneway Festival, nah apakah setelah menjajal panggung Laneway ada perasaan-perasaan yang belum pernah kalian rasakan gak sih?

H: Ada lah! Yang jelas sih setelah manggung di Laneway sih banyak banget cerita yang bisa kita bagi ke teman-teman dan anak cucu kita nantinya, terus juga kita ngerasa jadi punya tanggung jawab lebih untuk kedepannya biar bisa mempertahankan dan mengembangkan kualitas musik yang udah kita punya.

I:  Setelah membuka tahun dengan spektakuler, kira-kira apa sih rencana yang bakal Heals lakukan untuk kedepannya?

H: Untuk tahun ini kita bakal ngeluarin video, untuk kapannya mah ntar kita kasih tau lagi tapi yang jelas sih tahun ini.

I: Okay deh kalau gitu, nah terakhir nih ada petuah-petuah yang bisa dibagikan ke teman-teman musisi lainnya yang masih struggling untuk bisa survive didalam industri / perskenaan musik?

H: Hahahaha aduh apa yaa.. Yang jelas sih kita mah nitip pesen ngeband mah gausah dibawa pusing bercandain aja tapi dibikin serius, jadi intinya ngeband mah harus serius untuk bercanda hahaha

Setelah berbincang-bincang dengan teman-teman dari Heals akhirnya kami pun melanjutkan menonton pertunjukan musik, kali ini ada Mondo Gascaro yang melakukan kolaborasi spesial dengan White Shoes & The Couples Company. Tak terasa waktu berjalan cukup cepat, penampilan-penampilan dari line-up lainnya seperti proyek solo Bam Mastro dari Elephant Kind, Danilla, OM PMR, dan juga The S.I.G.I.T nyatanya cukup memberikan kepuasaan tersendiri bagi para pengunjung yang memperlihatkan antusiasme yang begitu besar.

Kemeriahan kolaborasi spesial Mondo Gascaro dengan White Shoes & The Couples Company

Setelah itu kali ini giliran Novo Amor penyanyi asal Wales ini bersiap untuk memanjakan telinga para pengunjung dengan lagu-lagu hitsnya seperti Faux, Cold, dan lainnya. Namun sayang, penampilan Novo Amor sempat mengalami gangguan teknis di lagu kedua, akan tetapi hal tersebut tidak menurunkan antusiasme penonton untuk tetap ikut bernyanyi bersama dengan dirinya. Singkat cerita penampilan Novo Amor pun ditutup dengan membawakan single terbarunya yang berjudul Terraform. Sebelum menuju penampilan utama di gelaran The 8th Music Gallery, Sore hadir untuk mengajak penonton untuk bernyanyi bersama. Karena keterbatasan durasi akhirnya penampilan Sore rasanya kurang memberikan kepuasan.

Akhirnya tiba saatnya untuk sang pemuncak acara untuk memanjakan telinga para penonton yang sudah tidak sabar untuk bernyanyi dan larut dalam suasana. Ya, kali ini giliran unit indie rock asal New York, AS, Beach Fossils mengambil alih main stage Music Gallery. Walaupun ternyata mereka juga mengalami sedikit kendala teknis pada bagian Bass, nyatanya hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi Beach Fossils untuk tetap tampil maksimal dihadapan penggemarnya. Lagu demi lagu telah dibawakan hingga akhirnya penampilan mereka pun harus menemui akhir. Bagi saya pribadi menyaksikan penampilan Beach Fossils yang diwarnai dengan energi antusiasme yang tinggi dari para penonton memberikan pengalaman serta kepuasan tersendiri.

Novo Amor penyanyi asal Wales ini bersiap untuk memanjakan telinga para pengunjung

Penonton bernyanyi bersama saat Beach Fossils mengambil alih main stage

Overall, suasana yang ditawarkan oleh The 8th Music Gallery bisa dibilang baik, namun sedikit catatan saja menurut saya pribadi pemilihan penempatan Intimate Stage dengan kekuatan sound system bisa dibilang kurang matang karena terkadang suara yang dihasilkan kurang terdengar dengan jelas. Akan tetapi walaupun ada kekurangan-kekurangan dalam penyelenggaraan acara ini, menurut saya The 8th Music Gallery bisa dibilang telah menjadi suatu tolak ukur tersendiri di dunia musik indie lokal untuk memberikan exposure yang layak terhadap musisi lokal.

Akhir kata untuk menutup tulisan ini saya akan memberikan nilai 4 bintang (dari 5 bintang) pada gelaran The 8th Music Gallery, semoga dengan adanya gelaran tersebut bisa menjadi stimulan untuk lahirnya gelaran-gelaran festival musik berskala internasional lainnya terutama yang diadakan oleh mahasiswa.

Terima kasih sudah membaca, saya Defta Ananta pamit undur diri.
Peace, love, and keep sporty!

Foto oleh Raden Asykari Suryadarma

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *