LOADING

Type to search

The Sounds Project Vol.3: Beda Selera Tapi Tetap Satu

EVENT

The Sounds Project Vol.3: Beda Selera Tapi Tetap Satu

INCOTIVE 26/02/2018
Share

Teks: Abyan Hanif

Foto: Arya Nugraha

The Sounds Project Vol.3 merupakan edisi lanjutan dari gelaran The Sounds Project Vol.2 yang diadakan pada tanggal 25 November 2016 di Gudang Sarinah Ekosistem. Berbeda dengan edisi sebelumnya, The Sounds Project Vol.3 menggusung tema “Different Music Equates Us” yang artinya walaupun selera musik kita berbeda tapi kita tetap bisa melebur menjadi satu kesatuan massa penikmat musik tanpa memandang selera, ekonomi, suku, agama, dan usia. “Different Music Equates Us” terlihat dari pemilihan musisi yang akan “berlaga” oleh MG dan FCS Production selaku pihak penyelenggara mulai dari Vira Talisa dengan gaya pop retro-nya hingga duet antar generasi Fariz RM dan Diskoria. Menariknya selain hanya pertunjukan musik, The Sounds Project Vol.3 juga menyuguhkan movie area yang diisi oleh film-film pendek karya mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia.

Gerbang dibuka pada pukul 14.15 WIB, dilanjutkan dengan penampilan di MG Stage dari Endah n Rhesa, duo bass dan gitar dengan blues-jazz “kalem”nya. Berpindah ke Sounds Project Stage, penampilan pertama di panggung tersebut adalah The Upstairs, band new wave asal Jakarta yang “dikomando” oleh Jimi Multhazam sukses menghibur para penonton dengan aksi enerjik oleh sang vokalis dan ditutup dengan lagu “Terekam (Tak Pernah Mati)”.

Antusiasme penonton saat penampilan Barasuara (Foto: Arya Nugraha)

Pukul 16.45 giliran Vira Talisa menghibur penonton yang sudah menunggu di depan MG Stage. Dilanjut dengan penampilan dari Anomalyst, band dengan musik di tengah-tengah antara pop dan rock yang baru saja merilis album perdana mereka yang berjudul “Segara” pada akhir 2017 lalu. Tidak cukup dengan band tadi, para penonton “digembleng” lagi dengan penampilan The Adams, band yang sudah terbentuk sejak 2002 dengan lagu populer mereka seperti “Hanya Kau”,”Halo Beni”, dan ”Konservatif”.

Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat seiring dengan penampilan band-band berkualitas lain seperti Stars and Rabbit, The Melorama, Float, Kahitna, dan lain-lain. Hingga akhirnya tibalah penampilan yang paling ditunggu-tunggu, EFEK RUMAH KACA. Tampil di panggung Sounds Project Stage atau panggung utama sepertinya tidak cukup untuk menampung para penonton yang ingin menyanyi bersama atau sekedar menikmati band yang digawangi oleh Cholil CS. ERK membuka show dengan lagu dari album “Sinestesia” yaitu “Putih”, dilanjut dengan lagu-lagu andalan mereka dari album “Kamar Gelap” dan “Efek Rumah Kaca” seperti “Di Udara”, “Desember”, dan “Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa”. ERK sukses membuat penonton bernyanyi dan meloncat-loncat bersama hingga gedung Kuningan City Mall terasa seperti gempa. Animo masyarakat untuk menonton ERK juga mungkin disebabkan karena jarangnya mereka tampil karena vocalist mereka yang sebelumnya sedang mengenyam pendidikan di Negeri Pamam Sam. ERK kemudian menutup penampilan mereka dengan lagu terakhir mereka yang berjudul “Sebelah Mata”.

Aksi panggung dari Naif. (Foto: Arya Nugraha)

Setelahnya, giliran Naif yang berkesempatan membius penonton. Sama seperti ERK, Naif juga sukses membuat penonton yang didominasi oleh kaum hawa ikut bernyanyi dan bersenang-senang bersama Naif. Setelah Naif ada Fariz RM yang berkolaborasi dengan Diskoria dan Diskopantera yang menjadi puncak acara dengan tembang-tembang lawas yang sekarang mulai dicintai oleh remaja-remaja di Indonesia.

Secara keseluruhan, MG dan FCS Production sukses menggelar “hajatan” yang wajib dihadiri bagi para pecinta musik di Indonesia ditambah lagi The Sounds Project Vol.3 sukses menggabungkan beberapa genre musik di Indonesia dan memanjakan para penikmat musik di Indonesia.

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *