LOADING

Type to search

FOODWISE: Untuk yang Muak Dengan Kopi Susu, Cobain Mendjamu!

FEATURED SELECTION

FOODWISE: Untuk yang Muak Dengan Kopi Susu, Cobain Mendjamu!

INCOTIVE 12/12/2019
Share

Teks dan foto oleh Alfan Ahmad Atharik

“Cheers!”

Ucapnya saat mencicipi Jamu di daerah Jakarta Selatan, Selasa (5/11/2019). Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sekaligus putri kesayangan raja api ozai Hary Tanoeoedibjo mengunjungi kedai Suwe Ora Jamu bersama Menparekraf, Wishnutama. Kedatangan Angela Tanoe dan Wishnutama ke Suwe Ora Jamu tidak hanya bertjuan untuk meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh, tetapi sebagai bentuk dukungan kepada industri kreatif, dalam konteks ini adalah Jamu. 

Jamu yang dikemas secara menarik dan relevan dengan industri minuman lain diharapkan mampu menembus pasar global. Wakil Menteri Angela mengangguk saat Menterinya mengutarakan dukungannya terhadap industri ini. “Semoga jamu semakin mendunia, kita akan support!. Saya juga menggangguk saja.

Beberapa bulan lalu mungkin saya akan skeptis jika tahu saya akan mengulas tentang kedai jamu. Terutama di saat hingar bingarnya kedai kopi susu sedang bermunculan. Sekarang kedai kopi susu sudah menjamur dan menjadi komoditas pokok. Ayolah, saya lebih mudah menemukan kedai kopi dibanding pedagang gorengan, Industri kopi susu jenuh sekali! Tanpa bermaksud mendiskreditkan kedai kopi susu, tetapi menurut saya hal ini tidak baik untuk penggiat industri ataupun konsumennya itu sendiri. Diperlukan inovasi radikal untuk menembus pasar beverages, ya siapa kira inovasi radikal itu sudah ada sejak era nenek moyang, Jamu, Mas!

Kedai jamu yang menyajikan jamu di tempat yang cocok dengan gaya anak muda metropolis sedang up and rising. Suwe Ora Jamu hanya satu contoh dari kedai jamu kekinian. Di Jakarta sendiri inovasi ini sedang bermunculan untuk menggangu industri kedai kopi susu yang sedang jenuh-jenuhnya. Jang maraneh aya da Bandung pun tidak akan pernah ketinggalan untuk hal-hal yang trendi di Jakarta. Mendjamu siap ada untuk kamu yang bm kunyit asem sekaligus nongkrong manis menanti senja.

Ready, Set, Unwrap.

Saya yakin desainer tempat ini dibayar cukup mahal. Komposisi warna, bentuk, tekstur dan penempatan yang sangat memanjakan membuat opsi spot foto yang tidak terhingga. Fotografer professional hingga fotografer instastory bisa bereksplorasi di tempat ini. Layout tempat ini memang agak memusingkan seperti labirin. Untuk menuju ke space tertentu kita harus naik turun tangga. Padahal spot tersebut ada 3 meter di depan kita, tetapi saya sendiri menganggap ini sebagai suatu fitur yang menyenangkan dari tempat ini. Jika bisa dibuat sulit, kenapa dibuat mudah?

Ada ruangan indoor yang cocok bagi para introvert yang ingin menyelesaikan tugas sembari menyeruput jamu anggur telang, colokan dan pencahayaan aman deh. Lalu untuk kaum introvert yang ingin melihat suasana sekitar dan merasakan angin menerpa wajah, ada tempat duduk yang berjajar di lantai atas. Untuk kalian yang datang rombongan jangan khawatir, banyak area yang mengakomodir kebutuhan kalian untuk menaruh asbak dan laptop yang hanya dipajang itu. Asli, suasana di sini jempolan. 

Saya memilih area nongkrong untuk menghabiskan waktu sambil menyelesaikan tugas akhir yang belum berakhir, karena memang tidak diperuntukkan untuk menyelesaikan tugas akhir, punggung saya terasa pegal karena kursi yang kurang nyaman. Lain kali cobalah mencari area yang pas dengan peruntukkannya.

Momen yang paling tepat untuk berkunjung adalah ketika petang menjelang malam. Kombinasi angin sepoi-sepoi dan pencahayaan natural dari alam membuat suasana semakin menyenangkan untuk aktivitas apapun. Jika siang mungkin akan ada aspek yang kurang nyaman karena tidak tersedianya Air Conditioner.

Berkunjung malam hari pun cukup cocok kok, tempat ini tutup jam 10 malam dan saya-pun “diusir” dengan halus. Saya pernah memiliki pengalaman diusir dengan lagu “Gelang Sipatu Gelang” dan lampu yang di kedap-kedip di suatu kedai kopi dan saya tidak pernah menginjakan kaki ke tempat itu lagi. Di lain sisi, Pelayan di sini membahasakan “Cepetan pada balik woi”  dengan diksi dan ekspresi yang santai, kudos for the waiters! 

Where to Quest

Dibilang hidden gem sebenarnya juga kurang tepat karena tempatnya memang cukup strategis, tetapi memang agak nyempil. Berada di Jalan Sukaresmi yang hanya satu arah, kalian yang menggunakan kendaraan roda empat bisa kerepotan jika tempatnya terlewat. Hal ini kemungkinan terjadi karena tidak adanya plang di kedai jamu kekinian ini.

Jangan khawatir, kalian tidak akan tersesat setelah membaca ulasan ini, patokannya adalah Hotel Victoria, tempatnya persis di seberang hotel tersebut. Parkir saja di rumah yang terlihat kosong tersebut di sebelahnya ada dinding kuning menyala, maka anda ada di tempat yang tepat.

Momen yang mungkin menjadi lucu adalah melihat teman-teman kita kesulitan mencari akses ke space paling atas, tempat yang seperti labirin. Kasir yang sempit dan penempatan tangga yang tersebar membuat kalian yang belum pernah kesini terasa seperti dilempar di labirin yang membuat Cedric Diggory dan Harry Potter kesasar. Unik, dan bagi saya ini adalah pengalaman seru melihat teman saya menggerutu berputar-putar di tempat yang sempit ini. 

Tastebuds

Mohon maaf jika ulasan ini tidak akurat, saya sendiri kurang paham bagaimana jamu yang enak atau tidak. Tapi jamu yang saya pesan cukup menyegarkan badan. Anggur telang namanya, rasa jamu yang bisa berubah warna ini terasa sangat halus dan sedikit citarasa khas floral. Akan sangat cocok jika kamu ingin berkenalan dengan jamu. Saat ditambah Jeruk Nipis warna jamu ini berubah dari biru keunguan menjadi ungu Thanos, rasanyapun semakin segar dan untuk anggur telang yang disajikan per-pitcher dapat di isi ulang lagi!

Selain jamu yang berubah warna, saya juga tertarik dengan menu 4 teguk jamu yang termasuk menu unggulan Mendjamu. Beras kencur, Bir Pletok, Kunyit Asem dan Jahe, lumayan segar nan hangat. Selain 4 teguk jamu tersebut saya juga mencicipi seteguk atau dua Penyelamat Kesegaran. Itulah judul dari campuran kunyit, jeruk sunkist dan lemon. Menu ini sangat direkomendasikan jika cuaca bandung sedang hareudang.

Mendjamu tidak hanya menjual jamu, saat ingin memesan kita akan ditawari menu minuman dan makanan dengan nama yang agak nyentrik. Pilihan saya standar-standar saja yaitu Ikan Telur Gulung. Tidak ada gambar atau ilustrasi jelas mengenai bentuk dan penyajian dari tiap menu, tapi saya berekspektasi tinggi dengan sajian mereka, dengan harga dan tempat yang sedemikian rupa seharusnya kulinernya juga tidak bercanda.

Tidak mengecewakan! Mendjamu dapat memberi kesan ala gourmet dari makanan yang sebenarnya berbentuk seperti telur gulung raksasa, memanjakan mata dan membuat lapar perut. Kombinasi telur gulung yang enak dan berminyak diimbangi dengan saus manis dan segarnya sayuran memberi kombinasi yang menarik. Ikannya juga memiliki kematangan yang pas dan tidak amis. Disajikan dengan nasi wangi dan tumis buncis harga Rp40.000 sangat oke. Berani saing dengan Ngikan kepunyaan buna Rachel Vennya.

Estetika dan rasa yang luar biasa, pelayanan dan pengalaman yang menyenangkan. Mendjamu pasti masuk nominasi tempat terbaik untuk menghabiskan petang di Kota Bandung!

What to Expect

Mendjamu cocok jika kalian ingin:

  1. Mengunggah konten untuk sosial media
  2. Mencari alternatif selain kedai kopi
  3. Tempat nongkrong semi outdoor

Mendjamu tidak cocok jika kalian ingin:

  1. Mencari makanan murah dan mengenyangkan
  2. Tempat yang memiliki Air Conditioner
  3. Berkumpul lebih dari 10 orang

 

Taste: 8.8/10
Place: 9.5/10
Price: 8/10
Ambience: 9/10
Service: 8/10

Foodwise Rating: 8.7/10
Writer’s favorite: Penyelamat Kesegaran

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *