LOADING

Type to search

“Heatwave” White Chorus: Netflix and Chill Tidak Melulu Tentang Kenikmatan

DAILY FEATURED

“Heatwave” White Chorus: Netflix and Chill Tidak Melulu Tentang Kenikmatan

Abyan Hanif 11/07/2020
Share

Album penuh perdana dari Loner Lunar seakan tidak cukup bagi Emir Mahendra selaku bassist dalam memuaskan hasrat berkaryanya. Tidak sampai satu tahun sejak perilisan album “A Brief Tale of Long Search”, Emir Mahendra kembali memperkenalkan karya terbarunya “Heatwave” pada 19 Juni lalu dengan menggunakan moniker White Chorus. Kali ini Emir Mahendra berperan sebagai gitaris ditemani Clara Friska Adinda pada vokal dan membuat White Chorus menjadi sebuah grup duo adam dan hawa pendatang baru asal kota kembang.

Menurut rilisan pers, single “Heatwave” bercerita tentang istilah netflix and chill yang menurut mereka memiliki banyak pengertian yang berbeda dari tiap orang ke orang dan mereka menuangkan perspektif mereka terhadap istilah tersebut ke dalam single “Heatwave”. Bagi saya pribadi, tema yang diangkat oleh White Chorus tersebut merupakan sebuah bahasan yang menarik, karena saya merasa bahwa netflix and chill merupakan istilah yang hanya memiliki arti sempit yang pasti tidak melenceng jauh dari sebuah aktivitas streaming film dan mengandung keseruan juga “kenikmatan surgawi” di dalamnya.

Beberapa detik pertama dari “Heatwave”, saya mengira bahwa musiknya mengarah ke musik-musik hip-hop seperti Joji dengan lo-fi hip-hopnya. Namun setelah masuknya vokal dari Friska, suasana musik berubah seketika menjadi agak mirip Dua Lipa, entahlah memang benar mirip atau tidak yang jelas saya ingat persis pertama kali saya mendengarkan lagu Dua Lipa dengan seksama adalah pada partai final Liga Champions 2018 antara Real Madrid melawan Liverpool.

Selain kemiripan dengan Dua Lipa, yang saya rasakan pada single ini adalah adanya sedikit perasaan sedih namun juga intim. Suasana-suasana lo-fi yang dihasilkan dari kresek-kresek piringan hitam kotor atau white noise mungkin menjadi alasan utama mengapa “Heatwave” terasa sedih, ditambah gaya vokal rendah yang menimbulkan kesan intim dan langsung mengingatkan saya pada tema lagu ini, yaitu istilah netflix and chill yang memiliki arti luas.

Pada akhirnya, single terbaru dari White Chorus ini seakan semakin mempertegas argumen saya bahwa memang arti netflix and chill secara garis besar tidak akan melenceng jauh dari apa yang sudah saya bahas sebelumnya. Setidaknya saya dan White Chorus yang memiliki pandangan yang hampir mirip, belum tentu kalian juga memiliki pandangan yang sama.

Kesan sedih yang dihadirkan dalam single ini juga membuka mata saya bahwa ternyata netflix and chill tidak selalu seru dan nikmat, ada juga sedikit rasa gundah di dalamnya. Bagian paling nempel dari single ini adalah beat drum dan karakter vokal. Secara keseluruhan, “Heatwave” merupakan sebuah lagu yang dapat didengarkan dalam berbagai situasi dan kondisi.

Tags:
Abyan Hanif

Lahir di kota Kembang. Penulis amatiran. Full-time nankring, Part-time kuliah. Sporty abis. Bobotoh.

  • 1

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *