LOADING

Type to search

Ananda Badudu Kembali dengan Kehampaan yang Penuh melalui “Hiruplah Hidup”

DAILY SELECTION

Ananda Badudu Kembali dengan Kehampaan yang Penuh melalui “Hiruplah Hidup”

Abyan Hanif 05/05/2020
Share

Hampir empat tahun lamanya sejak Banda Neira memutuskan untuk membubarkan diri. Ananda Badudu akhirnya merilis single berjudul “Hiruplah Hidup” sebagai batu pertama penanda lahirnya kembali Ananda Badudu sebagai seorang solois.

Sebenarnya, akhir tahun kemarin di tengah ramainya isu RUU KUHP, Ananda telah meluncurkan lagu pertamanya pasca era Banda Neira yang bergaya rap yaitu “Pemakaman Harapan”, dengan nama panggung Gergasi. Lagu hip-hop dengan pesan kritis yang jauh dari persona Ananda Badudu serta promosi yang tidak mewah membuatnya tidak banyak didengarkan, tercatat kurang dari 2000 orang yang mendengarkan sejak lagu tersebut dirilis.

Walaupun sebagai proyek solo Ananda Badudu, terdapat beberapa nama yang membantu pembuatan “Hiruplah Hidup”, seperti Gardika Gigih yang ikut menulis lagu, membangun aransemen, hingga mengisi piano dan Indra Perkasa yang ambil bagian sebagai produser, aransemen orkestra, hingga synthesizer.

Dalam pembuatan lagu, selain nama yang sudah disebut, beberapa kawan dari Ananda, seperti Adika Hernandi, Rizzardi Badudu, Febrian Moh (Layur), dan tim dari Sorge Record ikut ambil bagian pada segi produksi “Hiruplah Hidup”. Melalui rilisan pers, Ananda mengatakan bahwa ide awal dalam membuat “Hiruplah Hidup” muncul ketika mendengarkan lagu “Sudah Dua Hari ini Mendung” karya Gardika Gigih yang turut membantu single “Hiruplah Hidup”.

Ananda memang tidak menceritakan makna di balik karya terbarunya lewat rilisan pers. Namun belum satu menit ketika mulai mendengarkan, saya 90 persen yakin bahwa lagu tersebut bercerita tentang perjalanan hidup seseorang yang tidak selalu baik, tetapi tidak selalu buruk pula dan apapun yang terjadi, kehidupan akan terus berjalan.

Suara string dan vokal yang datar membuat kesan hampa yang tidak memberikan rangsangan apa pun seperti senang, sedih, semangat, marah bagi yang mendengarkan. “Hiruplah Hidup” terasa seperti semua emosi tersebut berbaur menjadi satu sehingga hanya kehampaan yang dapat dirasakan.

Di samping kehampaan yang saya rasakan, saya juga merasakan karakter Ananda Badudu ketika masih tergabung dalam Banda Neira. Kembali pada kehampaan yang dihadirkan pada lagu ini sekaligus menjadi rekreasi dari kehidupan harus terus berjalan, apapun yang terjadi.

Pada akhirnya, Ananda Badudu kembali ke skena permusikan Indonesia dengan “Hiruplah Hidup” sebagai tonggaknya. Single terbaru Ananda ini juga sangat mumpuni untuk menjadi pengobat rindu bagi para penikmat musik Banda Neira. Jika “Hiruplah Hidup” menjadi sebuah album penuh, saya akan langsung membeli CD/Kaset atau apa pun media penjualan karya tersebut.

Tags:
Abyan Hanif

Lahir di kota Kembang. Penulis amatiran. Full-time nankring, Part-time kuliah. Sporty abis. Bobotoh.

  • 1

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *