LOADING

Type to search

Kuliah Tentang Vaporwave Untuk Orang Indonesia yang Ingin Terlihat Estetik

COLUMN

Kuliah Tentang Vaporwave Untuk Orang Indonesia yang Ingin Terlihat Estetik

Share

Ah, the internet…  Sebuah dunia yang luas dan tak berujung. Bermiliaran informasi dari yang umum hingga yang aneh dan unik terdapat di dalamnya. Jika anda tipe orang yang membenci hal-hal “mainstream”, internet menyediakan berjuta forum dan blog yang memberikan informasi tentang budaya-budaya alternatif.

Suatu saat, sekumpulan hipster di sebuah forum bergabung dan menjadi dekat karena kecintaan mereka terhadap budaya 80’an dan 90’an, desain grafis, estetika, dan Jepang. Forum bawah-tanah itu adalah permulaan dari sebuah budaya yang secara perlahan akan mulai menguasai internet di era 2010-an ini.

Lahirlah Vaporwave, sebuah genre musik elektronik modern yang aneh dimana lagu-lagu orang lain (umumnya lagu pop era 80’an dan 90’an) di sample, chop, loop, warp, tambahkan efek, hingga akhirnya berubah menjadi sesuatu yang baru. Secara tulisan, genre musik ini bisa dibilang “malas” dan “tidak kreatif” karena artis-artis nya hanya mengedit lagu yang sudah ada dari dulu. Tetapi musik bukanlah sesuatu yang dibaca, ia harus didengar. Dan bila dilakukan dengan benar, Vaporwave adalah sebuah pengalaman yang istimewa.

The Music

Album pertama yang mungkin bisa dibilang Vaporwave adalah Eccojams Vol.1 oleh Chuck Person. Artis ini sendiri sebenarnya adalah artis eksperimental Daniel Laputin, atau mungkin orang mengenalnya dengan nama panggung Oneohtrix Point Never. Di album ini, lagu-lagu pop dari Marvin Gaye hingga 2pac dia potong-potong beberapa bagiannya,  dia loop dan pelankan. Walaupun Laputin membuat album ini hanya sebatas bercanda, tak disangka oleh dia album ini akan melesat menjadi karya yang banyak peminatnya.

flat800x800070f

Dengan kesuksesan Eccojams Vol.1, banyak orang ingin mencoba untuk membuat musik sepertinya. Ratusan produser mencoba dan gagal hingga akhirnya pada tahun 2011 rilis sebuah album yang menjadi titik penting dalam sejarah Vaporwave. Produser musik elektronik Vektroid, atas nama Macintosh Plus, mengeluarkan album Floral Shoppe. Floral Shoppe merupakan album yang mengkronkitkan Vaporwave sebagai genre. Ia menunjukan bahwa bila Vaporwave  yang tereksekusi dengan baik akan mendapatkan hasil yang luar biasa.

Sebagai contoh, dengarkan saja lagu  リサフランク420 / 現代のコンピューdi album itu. Lagu itu bisa dibilang sebagai main theme genre ini. Untuk kebanyakan orang, ini adalah lagu yang terbayang apabila mereka mendengar kata Vaporwave. Lagu ini meng-sample lagu “It’s Your Move” –nya Diana Ross, mengeditnya dengan rapih dan bersih. Vektroid membuat lagu yang sebelumnya mempunyai nuansa semangat berubah menjadi sebuah perjalanan nostalgia yang emosional.

Sekarang, Vaporwave sudah banyak berevolusi. Blank Banshee adalah salah satu artis Vaporwave yang terkenal karena gaya produksinya. Ia menggabungkan unsur Vaporwave dan Trap, memunculkan istilah Vaportrap. Lalu ada Saint Pepsi yang memilih musik soul dan funk 70’an sebagai pilihan sample-samplenya. Hasilnya adalah musik Vaporwave yang ceria nan upbeat bernama Futurefunk. Dua genre tersebut merupakan sub-genre Vaporwave, beserta dengan puluhan sub-genre lain nya.

The Aesthethics

ripple_by_jclover0577-daqr3gm

Membicarakan Vaporwave tidak hanya membicarakan musik tetapi juga gaya seni yang di ciptakan. Vaporwave mengenalkan gaya seni yang unik. Sebuah gado-gado retro yang komposisinya terdiri dari warna feminim, ikon-ikon teknologi tahun 90’an dan awal 2000’an, patung Romawi, dan tulisan Jepang. Semua unsur itu dikemas dalam sebuah bungkusan siap dijual di minimarket. Selain itu, Vaporwave juga mengenalkan gaya tulisan yang mungkin saja teman-teman kalian sering gunakan di caption instagram mereka karena mereka merasa diri mereka “aesthethic”. Tulisan seperti apa anda bertanya? Seperti  ini  tentunya.

The Meaning

Bagi banyak pembaca, bagian ini mungkin adalah bagian yang paling dinanti. Apa sebenarnya arti Vaporwave? Apa yang membuat orang ingin membuat musik atau artwork seperti ini? Kenapa bisa ada orang yang menyukai musik malas ini? Apa faedahnya? Bagaimana kita bisa menganggap musik ini serius?

Satu hal yang harus diketahui oleh kalian jika kalian ingin mencoba mendengarkan Vaporwave adalah bahwa Vaporwave tidak bisa dan tidak akan mau dianggap serius. Arti dari Vaporwave lebih dalam dari sekedar musik dengan penyanyi  tampan yang menyanyikan sakit hatinya atau kegembiraan nya, atau mungkin genre musik elektronik lain nya yang hanya sekedar mengajak berdansa.

Vaporwave adalah sebuah gerakan anti-konsumerisme dan kapitalisme. Musik Vaporwave mendaur ulang lagu-lagu lama menjadi sesautu yang baru, aksi itu dianggap sebagai serangan untuk industri musik yang tidak memikirkan kualitas dan arti dalam karya-karyanya dan hanya memikirkan pendapatan ekonomi.

Ya… setidaknya itu apa yang para produser Vaporwave katakan. Dan bila anda tidak ingin mempercayai hal itu tentu saja tidak apa-apa. Menurut saya ciri khas Vaporwave adalah ia selalu mendatangkan rasa nostalgia yang hangat walaupun anda mungkin umurnya belum terlalu banyak. Itulah yang mungkin saja membuat Vaporwave musik yang banyak peminatnya. Karena, seperti yang sudah saya tuliskan, Vaporwave memberikan sebuah pengalaman yang istimewa.

Sayangnya, musik ini sudah mulai mati di peredaran internet. Sudah 6 Tahun semenjak Floral Shoppe rilis dan tak pernah ada yang membuat album sebesar itu lagi. Lalu seperti biasanya, Netizen (oh god not that word) Indonesia akan baru menyadari hal-hal baru hanya disaat hal itu sudah diancam terbuang kedalam tong sampah. Vaporwave terasa baru buka cabang di dunia internet Indonesia itu di akhir tahun lalu, dimana semenjak itu baru mulai banyak orang yang mengetahui dan mengerti apa Vaporwave sebenarnya.

Vaporwave mungkin bukan untuk semua orang. Mau itu karena anda adalah pencinta musik mainstream dan tidak suka musik se kompleks ini, atau karena sisi idealis anda yang menganggap musik ini tidak butuh keahlian apapun dan mempunyai nilai kreatifitas yang rendah. Musiknya memang bisa dikategorikan sebagai sesuatu yang aneh, seperti didalam mimpi. Tapi kembali ke penjelasan bahwa Vaporwave tidak bisa dianggap serius. Walaupun lagu Vaporwave biasanya diedit agar mempunyai berlapis-lapisan efek, Vaporwave juga bisa dibilang adalah musik paling mentah. Karena musik ini mengingatkan kita bahwa alasan utama kita mendengar musik adalah agar kita mendapatkan perasaan emosional yang berbeda-beda.

Maka dari itu, jangan terlalu serius, carilah kompilasi lagu  Vaporwave di youtube, cobalah tidur, dan ingat…

it’s   all   in   your   head

Ilustrasi: Mutiara Fakhrani

Tags:

You Might also Like

4 Comments

  1. KetfroMars 29/07/2017

    Ntabs mang.. ????

    Reply
  2. Arv 27/02/2018

    aih saint pepsi, nice article bang

    Reply
  3. tlis 27/04/2018

    nice artikel…
    entah kenapa suka banget sama ART nya + Vaporwave

    Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *