LOADING

Type to search

Mojowojo Mengambil Langkah Awal yang Baik dengan EP “Self-Titled”

DAILY FEATURED

Mojowojo Mengambil Langkah Awal yang Baik dengan EP “Self-Titled”

INCOTIVE 19/11/2020
Share

Teks oleh Chaeriel Umar Halis

Sebuah unit musik beraliran alternatif asal kota kembang, Mojowojo, merilis karya perdananya yang berjudul “Self-Titled.” 30 Oktober 2020 menjadi tanggal rilisnya EP “Self-Titled” sekaligus menjadi hari yang bersejarah untuk band pendatang baru tersebut. Rafidhia Fauzan dan Farrel Yussar menjadi pemeran utama dalam karya perdana mereka.

EP perdana tersebut berisi empat lagu yang berjudul “Narasi (Dibacakan oleh Nada Zharfania),” “Terang Gelap,” “Lagu Cinta,” dan “Luka.” Mengutip dari rilisan persnya, Mojowojo berusaha untuk menceritakan masalah-masalah yang pernah atau tengah terjadi di sekitar kita.

Saat pertama kali mendengarkan “Self-Titled”, saya tidak ingin memutarnya secara acak. Alunan gitar yang terdengar sederhana diiringi dengan efek suara noise serta suara vokal pada bagian awal mengantarkan saya kepada narasi yang disampaikan. Lagu yang berjudul “Narasi (Dibacakan oleh Nada Zharfania)” ternyata merupakan sebuah pengantar menuju lagu selanjutnya, “Terang Gelap.”

Lagi-lagi, lagu kedua pun dibuka dengan alunan gitar namun dengan suara noise yang terdengar lebih bersahabat. Pada awalnya, saya merasa bagian intro dari “Terang Gelap” identik dengan karya Novo Amor berjudul “Anchor.” Namun, ketika suara vokal hadir dengan Bahasa Indonesia, bayangan saya soal Novo Amor pun hilang.

Suara noise pun seolah-olah seperti suara hembusan angin di tepian pantai sehingga lagu ini terasa menenangkan bagi saya. Masuk ke bagian tengah lagu, saya mengagumi kreativitas dan musikalitas dari Rafidhia Fauzan dan Farrel Yussar. Saya pun berpikir bahwa Terang Gelap berhasil memperkenalkan saya dengan Mojowojo.

“Lagu Cinta” tidak terdengar seperti lagu cinta pada umumnya. Trek ketiga ini terkesan lebih keras dan cepat daripada dua trek sebelumnya, namun tetap berada di koridor yang tepat. Improvisasi melodi di akhir lagu pun bagi saya menjadi pilihan yang tepat untuk menutup “Lagu Cinta.”

Berbeda dengan trek terakhir, “Luka,” yang menjadi penutup “Self-Titled.” “Luka” seolah menjadi penyegaran dari trek sebelumnya. Musik instrumental berdurasi 5 menit ini bagi saya sukses menjadi momen ‘pembaptisan’ Mojowojo ke dalam dunia musik.

Sejauh ini, Mojowojo berhasil menarik perhatian saya, apalagi EP “Self-Titled” menjadi sebuah awalan yang baik untuk berkarya. Saya sangat menantikan karya-karya mereka selanjutnya serta momen melihat pertunjukan langsung mereka di atas panggung. Selamat datang ke dunia musik untuk Mojowojo!

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *