LOADING

Type to search

Parahyangan Project: Pandora Kembali Memeriahkan Panggung Musik Bandung

EVENT

Parahyangan Project: Pandora Kembali Memeriahkan Panggung Musik Bandung

INCOTIVE 16/05/2018
Share

Teks: Abyan Hanif
Foto: Raka Dewangkara

Pandora adalah salah satu dari serangkaian acara yang digagas oleh Lembaga Kepresidenan Mahasiswa Universitas Parahyangan, serangkaian acara ini bertajuk “Parahyangan Project”. Berbeda dari acara serupa yang bernama Parahyangan Fair pada tahun sebelumnya, Parahyangan Project kali ini menyajikan konsep yang berbeda, dengan terdapat tiga rangkaian acara olah raga yaitu Paragon, acara seni yang bernama Pandora, dan festival music yang bernama Pandora. Pandora by Parahyangan Project yang digelar pada tanggal 6 Mei 2018 di Secapa AD ini merupakan penutup dari rangkaian acara yang digelar dengan nama Parahyangan Project. Di Pandora ini terdapat dua panggung, satu panggung utama dan satu lagi mini panggung. Pada hari berlangsungnya acara tersebut kami datang kira-kira pukul 3 sore, ketika pertama kali datang kami disambut dengan pintu gate yang cukup megah, lebar dan panjang. Setelah melewati gate kami langsung melihat panggung utama di depan kami, lalu terdapat jalan ke arah kiri untuk akses ke tempat booth-booth makanan minuman dan mini stage, letak penempatan stage dan booth makanan menurut saya kurang diperhitungkan dengan baik, karena masih banyaknya space kosong yang sebenenarnya masih dipergunakan.

Ketika pertama datang, kami berkeliling dahulu mengelilingi sekitar venue, lalu sekitar jam 4 sore kami bergerak ke arah mini stage untuk menonton Onar, grup hip hop bengal asal Jakarta. Saat saya mendengar Onar, musik mereka mengingatkan saya pada musik seperti beastie boys dan kawan-kawan. Lanjut lagi ke Main Stage, disana grup band Scaller sedang bersiap, kali ini Scaller berkolaborasi dengan orchestra dari forteboy music, beberapa  tembang andalan Scaller seperti “The Youth” dan “The Alarm” dibawakan, ditambah dengan tambahan suara-suara dari orchestra membuat vibes yang tidak biasa ditambah lagi dengan aksi enerjik Stella Gareth, vokalis dari Scaller. Setelah Scaller kami lanjut lagi ke mini stage, di sana Weekendroll baru saja memulai pertunjukan. Weekendroll band berjenis rock keras ini hanya tampil sebentar, mungkin sekitar 20-25 menit tetapi dengan musiknya dan aksi panggungnya yang bergelora membuat kami hanya menjadi segelintir orang yang menonton Weekendroll didepan panggung. Walapun jumlah penonton dan waktu yang sedikit, Weekendroll tetap bermain maksimal. Setelah Weekend Roll dilanjut dengan Under The Big Bright Yellow Sun, band beraliran post rock asal bandung ini menjadi puncak di mini stage. UTBBYS selalu membuat saya  bergidik karena music yang mereka bawakan dan sound yang mereka hasilkan setiap live selalu pas di telinga saya. Seperti biasa UTBBYS menutup perform-nya dengan lagu andalan “Threshold”.

Penampilan vokalis Scaller, Stella Gareth yang selalu enerjik

Penampilan yang seru dari grup hip hop asal jakarta, Onar

Tenant-tenant yang ada di Pandora cukup menarik menurut saya, berbagai pilihan makanan dan minuman tersedia disini. Kesalahan kami lakukan disini, setelah makan kami malah terduduk santai menunggu Marcello Tahitoe, ketika Ello mulai memainkan lagu pertamanya kami bergegas ke arah main stage, dan ternyata ribuan orang sudah menunggu di depan stage sehingga kami kesulitan untuk mendapatkan akses ke depan panggung, Setelah Ello dilanjutkan dengan penampilan dari Kahitna, band “senior” asal Bandung yang terkenal dengan tembang-tembang romansa ini sukses membius penonton yang notabene dipenuhi oleh kaum hawa. Penonton semakin riuh ketika salah seorang penonton diajak naik ke panggung untuk bernyanyi bersama, yang menimbulkan kecemburuan bernyanyi bersama,yang menimbulkan kecemburuan fans kahitna lainnya. Saat Kahitna, kami masih kesulitan untuk menembus ratusan massa untuk mendapat akses ke depan panggung. Akhirnya kami bisa maju ke dekat panggung bersamaan dengan RAN yang mulai naik ke atas panggung. Lagu-lagu seperti “Ratu Lebah”,“Pandangan Pertama”,“Bersepeda” dibawakan oleh mereka. Lagu-lagu tersebut juga beberapa kali diselingi dengan aksi “joget” dari semua personilnya yang membuat suasana menjadi jenaka. Selama RAN berada di atas panggung, saya selalu terfokus pada penampilan bassistnya, yang selalu menampilkan gerakan-gerakan yang berhasil membuat saya dan beberapa penonton merasa terhibur.

Salah seorang penonton diajak naik ke panggung untuk bernyanyi bersama Kahitna

Secara keseluruhan, Pandora sukses menarik orang untuk datang dengan pemilihan artis seperti Ello, RAN, Kahitna. Sayang, layout yang dipilih oleh panitia Pandora menurut saya sedikit kurang memuaskan. Padahal dengan adanya 2 panggung, seharusnya penempatan panggung bisa sedikit lebih bagus. Namun secara keseluruhan Pandora cukup memuaskan kami.

 

 

 

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *