LOADING

Type to search

Agresif namun Melodius, Punitive Memperkenalkan Diri Lewat Debut Single “White Lies”

DAILY FEATURED

Agresif namun Melodius, Punitive Memperkenalkan Diri Lewat Debut Single “White Lies”

Andi Basro 09/12/2020
Share

Awal mula mendengar “White Lies” dari Punitive, gambaran diri saya sedang meneteskan air mata di tengah moshpit secara instan muncul dalam imajinasi. Inilah mengapa saya merasa kasihan kepada orang-orang yang tidak bisa menikmati lagu-lagu seperti ini. Campuran emosi yang bisa dilampiaskan sangat beragam.

Punitive merupakan unit quintet Hardcore dari Bandung. Terbentuk pada tahun 2020, unit quintet Hardcore asal Bandung ini terdiri oleh Reza Septian (gitar), Oki Nugraha (gitar), dan Oktav Muter (Drum). Lalu, Oki dan Reza mengajak Anggara Pandu sebagai bassist dan Faiq Nurfratama sebagai vocalist. Mereka berlima membentuk band Hardcore yang memiliki karakter agresif namun tetap melodius.

Setelah menggarap total sebanyak tujuh lagu untuk disuguhkan dalam mini album, Punitive sepakat “White Lies” yang menampilkan Yas Budaya dari Alone At Last sebagai debut single. Perilisan single debut ini menjadi sebuah awal yang baik untuk memulai perjalanan Punitive.

Tema besar lagu “White Lies” menekankan bahwa kebohongan meskipun terkadang demi “kebaikan” pada dasarnya tetaplah kebohongan. Kita semua pasti pernah dibohongi. Perasaan dibohongi itu bisa membawa kesedihan, kekecewaan, bahkan amarah. Lagu ini berhasil mencerminkan perasaan-perasaan tersebut baik melalui pergantian tempo maupun dari emosi yang disalurkan oleh sang vokalis, Faiq Nurfratama. Pencerminan perasaan-perasaan tersebut diperkuat oleh speech emosional dari Yas Budaya, seorang legend dalam skena Post-Hardcore.

Menurut saya, Punitive jatuh ke dalam kategori Post-Hardcore dan Melodic Hardcore. Dari segi musik, Punitive tidak berbeda jauh dengan band-band dari skena tersebut. Mereka bisa dibandingkan dengan Counterparts, Heart in Hand, dan juga Kaonashi. Aspek kemiripan itu bergantung kepada individu masing-masing, apakah akan diterima sebagai hal positif atau negatif.

Hal yang pasti adalah jika kalian ingin mencari sesuatu yang menyegarkan dalam genre Melodic Hardcore maupun Post-Hardcore, Punitive bukanlah band untuk anda. Akan tetapi, kalau anda mencari band yang berhasil mencentang semua hal yang membuat genre tersebut penuh, Punitive sangat cocok untuk anda.

Harus diingat bahwa “White Lies” adalah 1 dari 7 lagu dari mini album mereka. Akan menarik melihat apa yang akan mereka sajikan lewat 6 lagu yang tersisa.

Tags:
Andi Basro

Poser HC yang berusaha mengedukasi soal musik tanpa memiliki kemampuan bermusik.

  • 1

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *