LOADING

Type to search

Ray Viera Melawan Kejenuhan Pandemi dengan Single “StUCK”

DAILY FEATURED

Ray Viera Melawan Kejenuhan Pandemi dengan Single “StUCK”

Abyan Hanif 30/11/2020
Share

Pandemi sangat mempengaruhi kehidupan kita dalam berbagai aspek. Dampak pandemi virus Corona ini memang sangat merugikan dalam segi moril dan materil. Namun dalam keadaan seperti ini, kita dituntut untuk dapat beraktivitas dengan intensitas normal. Itung-itung diuji, lah. Produktivitas dalam pandemi memang menjadi salah satu permasalahan utama orang-orang, dimana fenomena work from home membuat kita terlalu nyaman di rumah dan mengganggu aktivitas.

Ray Viera Laxmana yang pada bulan Maret lalu merilis EP perdana berjudul “The Noir Scene and The White Sheep Before I Sleep.” Justru semakin ‘tancap gas’ dengan merilis single terbarunya yang berjudul “StUCK” pada 6 November kemarin. Dengan kurun waktu yang cukup cepat (antara Maret dan November), Ray seakan menegaskan bahwa musisi memang harus produktif dan jarangnya panggung akibat pandemi bukan alasan bagi musisi untuk tidak berkarya.

Ray sendiri merupakan seorang musisi solo asal Bandung dengan warna musik yang berputar di antara musik Alternatif Pop hingga Indie Rock. Ray tercatat sudah nyemplung ke dalam industri musik pada tahun 2019 kemarin dengan merilis single berjudul “Lunar Rhapsody.”

Menurut rilisan pers, single terbaru “StUCK” sendiri bercerita tentang curhat Ray akan pengalamannya saat masa pandemi, dimana kesehariannya dipenuhi oleh kejenuhan. Single tersebut juga bisa disebut sebagai eksperimen Ray karena ia mencoba unsur-unsur baru dalam lagunya. Berbeda dengan rilisan sebelumnya, “StUCK” bermain dengan warna musik Jazz hingga Ska.

Setelah melihat rilisan pers yang dikirim, ekspektasi saya terhadap single tersebut adalah “StUCK” akan dipenuhi dengan elemen-elemen membosankan seperti part-part yang repetitif dengan bebunyian yang akan membuat jenuh para pendengarnya. Namun, ekspektasi saya seakan dibuang jauh-jauh oleh Ray. “StUCK” jauh dari kata membosankan.

Dimulai dengan mixing drum dan vokal yang menurut saya unik, khususnya suara snare drum yang membuat saya semakin tertarik untuk mendengarkan lagu tersebut sampai beres. Belum lagi part-part lagu yang cukup dinamis, mulai dari gonjrengan ala-ala musik Ska hingga bagian yang kental dengan unsur Jazz membuat “StUCK” menjadi sebuah perjalanan selama 3 menit 38 detik yang sangat berwarna. Entah kenapa, mendengarkan single ini membuat saya ingin mendengarkan band J-Rocks.

Akhir kata, saya yakin Ray memang menegaskan bahwa dalam pandemi ini kita harus tetap produktif, bukan hanya untuk musisi saja. Kejenuhan dan kebosanan yang dialami oleh Ray sukses ia muntahkan menjadi sebuah musik yang seru dan penuh semangat. Oh ya fun fact, ternyata single terbaru Ray ini memang ditulis “StUCK,” bukan “Stuck.”

Tags:
Abyan Hanif

Lahir di kota Kembang. Penulis amatiran. Full-time nankring, Part-time kuliah. Sporty abis. Bobotoh.

  • 1

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *